Mulai dari Rajabasa, Pemkot Bandar Lampung Tunjukkan Komitmen Nyata di Safari Ramadan

 

Bandar Lampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengawali rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan langkah konkret. Kegiatan perdana digelar di Masjid Miftahul Jannah, Kecamatan Rajabasa, sebagai penanda komitmen pemerintah mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan fasilitas rumah ibadah mendapat perhatian yang layak.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Menurutnya, bulan suci adalah momentum strategis untuk memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan warga, sekaligus menyerap aspirasi secara langsung dari lingkungan akar rumput.

“Safari Ramadan menjadi ruang silaturahmi yang bermakna. Di sinilah pemerintah hadir, mendengar, dan memastikan kebutuhan fasilitas ibadah terpenuhi dengan baik,” ujar Eva, Sabtu (21/02/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Pemkot menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pengadaan pendingin ruangan (AC) bagi masjid. Selain itu, Masjid Miftahul Jannah juga menerima hibah operasional rutin sebesar Rp15 juta.

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah, khususnya di tengah intensitas kegiatan Ramadan yang meningkat.

Eva menekankan bahwa dukungan terhadap rumah ibadah merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam membangun kualitas kehidupan beragama yang sehat dan inklusif.

Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan dikelola secara transparan dan dirawat dengan baik demi kemaslahatan bersama.

“Harapan kami, bantuan ini dimanfaatkan dan dijaga sebaik-baiknya. Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen terus mendukung sarana dan prasarana rumah ibadah,” tegasnya.

Tak hanya masjid, perhatian pemerintah juga mulai diarahkan pada mushola yang tersebar di berbagai wilayah. Pemkot, kata Eva, tengah memperkuat berbagai program yang mendorong kerukunan umat beragama serta memperluas akses dukungan operasional bagi tempat-tempat ibadah skala lingkungan.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pembangunan sosial yang berimbang, pembangunan fisik berjalan, namun penguatan nilai spiritual dan kebersamaan tetap menjadi fondasi.

Safari Ramadan diharapkan menjadi ruang dialog yang produktif, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi kita semua. Mari bersama-sama kita wujudkan Bandar Lampung yang semakin maju, religius, dan harmonis,” tutup Eva.

Melalui Safari Ramadan 1447 H, Pemkot Bandar Lampung menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam sentuhan langsung yang membangun kedekatan, kepercayaan, dan kebersamaan. (*)

News Feed