oleh

Inilah Sejarah ,Tema dan Tantangan Peringatan Hari Pers Nasional 2021

-Nasional-42 views

aku ada maka aku membaca dan menulis.

Sejarah pers indonesia tidak terlepas dari peristiwa sejarah panjang masuknya negara eropa dan pergerakan kemerdekaan. Ada banyak istilah terkait dengan defenisi pers yang di buat beberapa pakar.Di antaranya Pers adalah badan yang membuat penerbitan media massa secara berkala. Secara etimologis, kata Pers (Belanda), atau Press (inggris), atau presse (prancis), berasal dari bahasa latin, perssare dari kata premere, yang berarti “Tekan” atau “Cetak”, definisi terminologisnya adalah “media massa cetak” atau “media cetak”.
Di kutip dari Wikipedia, tulisan David T. Hill, The Press in New Order Indonesia,Larangan terhadap Bataviasche Nouvelles agaknya diakibatkan oleh kekhawatiran VOC bahwa saingannya akan mendapat keuntungan dari berita yang dimuat surat kabar ini. Sikap demikian pemah ditunjukkan pada tahun 1712, 32 tahun sebelum lahir Bataviasche Nouvelles. Pada waktu itu sudah ada usaha di Batavia untuk menerbitkan surat kabar yang bermaksud memuat kabar dalam negeri, berita kapal, dan semacam itu. Rencana itu gagal karena ditentang VOC. Meski usia Bataviaasche Nouvelles hanya mencapai 16 bulan dan terkubur selama kurang lebih 63 tahun 5 bulan, namun bisa bangkit lagi pada bulan November 1809. Pada pemunculan kedua, bentuknya lebih kecil dan hanya memuat adpertensi. Orang Melayu dan Bumiputera menyebutnya dengan nama Surat Lelang, Belanda menyebutnya VenduNieuws. Baru pada tahun 1776-1809 dapat terbit lagi surat kabar berikutnya, Het VenduNieuwus (Berita Lelang), tetapi surat kabar ini tidak memuat “keterangan dalam negeri” dan disensor sangat ketat. Izin penerbitan diberikan kepada L. Dominicus, seorang juru cetak di Batavia, karena diperlukan publikasi tentang pelelangan yang diadakan VOC. Iklan lelang VOC dimuat secara gratis, sedangkan para pemasang iklan lainnya harus membayar.
Ada beberapa media yang pernah terbit, seperti Java Goverment Gazette 1812, Bataviasce Courant 1821 kemudian menjadi Javasce Courant. Bintang Timur ( Surabaya ,1950 ), Bromartani ( Surakarta 1955 ), Bianglala ( Batavia, 1867 ), berita Betawie ( Batavia 1874 ).
Tahun 1907 di anggap fondasi awal lahirnya pers nasional oleh pengusaha pribumi Tirto Adhi Soerjo melalui Medan Prijaji . Kedatangan Jepang 1942 merubah landscape pers dengan melarang penerbit asal Belanda dan China.
Tanggal 9 Februari yang merupakan Hari Pers Nasional di ambil dari waktu lahir Persatuan Wartawan Indonesia pada tahun 1946, yang di tetapkan Soeharto melalui keputusan nomor 5 tahun 1985. Tema Hari Pers kali ini, “Bangkit Dari Pandemi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan dan Pemulihan Ekonomi”. Dalam hal ini, pers diharapkan mampu menyampaikan informasi yang objektif, membangun, dan mengedukasi masyarakat ( dari halaman website DPR ).(RS)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed