Ujian CAT Kopdes Merah Putih Disorot: Sistem Diduga Bermasalah, Catur Teguh Wiyono Speak Up dan Siap Kirim “Surat Cinta” ke Kemenpan RB
Nasional, maklumatmedia.com — Polemik pelaksanaan tes rekrutmen calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) kian memanas. Gelombang keluhan peserta yang viral di media sosial mengungkap dugaan kejanggalan dalam sistem ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang dinilai merugikan.
Sejumlah peserta dari berbagai daerah mengaku mengalami gangguan teknis serius saat mengerjakan soal. Mulai dari jawaban yang berubah sendiri, sistem error, hingga nilai yang muncul sebelum ujian selesai.
Salah satu peserta, Arif Al Hakim, mengaku kebingungan saat mendapati jawabannya berganti tanpa ia ubah.
“Sudah saya pilih dan simpan, tapi waktu dicek ulang malah berubah sendiri seperti dikendalikan sistem,” ungkapnya.
Keluhan lain datang dari Yusuf Saleh, peserta asal Makassar, yang menyebut ujian berlangsung tidak ideal.
“Jaringannya lambat, soal banyak, waktu terbatas. Bahkan sistem sempat langsung menampilkan nilai padahal saya belum menyelesaikan semua soal,” ujarnya.
Tak hanya di Makassar, laporan serupa juga muncul dari daerah lain seperti Jambi. Beberapa peserta bahkan mengaku jawaban terisi otomatis tanpa bisa dikontrol maupun disimpan.
Tes kompetensi ini sendiri digelar pada 3 hingga 12 Mei 2026 secara serentak di 72 lokasi di seluruh Indonesia. Namun, banyaknya kendala teknis membuat peserta mempertanyakan kredibilitas sistem yang digunakan.
Di tengah derasnya keluhan tersebut, Seorang masyarakat sekaligus Korwil MGG Jember Catur Teguh Wiyono akhirnya angkat bicara. Ia secara terbuka melakukan speak up melalui media sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para peserta.
“Ini bukan sekadar keluhan biasa. Kalau sistem bermasalah, maka harus ada tanggung jawab dan evaluasi total. Jangan sampai peserta jadi korban,” tegasnya.
Ia menilai, transparansi dan keadilan harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses seleksi, terlebih yang melibatkan banyak peserta dari seluruh Indonesia.
Sebagai langkah konkret, Catur juga menyatakan akan mengirimkan “surat cinta” kepada Kementerian PAN-RB guna mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan ujian CAT manajerial KDMP yang diselenggarakan oleh panselnas.
Menurutnya, langkah ini penting agar penyelenggara tidak menutup mata terhadap berbagai laporan yang telah beredar luas di publik.
Para peserta pun kini mendesak agar pihak penyelenggara segera memberikan klarifikasi resmi serta mempertimbangkan pelaksanaan ujian ulang guna menjamin keadilan bagi seluruh peserta.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait berbagai keluhan yang mencuat di publik.
(Eko/tim)











