Korwil Jatim: Eko Cahyono
Teliti Penggunaan Pranatamangsa, Dosen Universitas PGRI Argopuro Jember Libatkan Puluhan Petani di Ajung
Jember, maklumatmedia.com – Dosen Program Studi Statistik Universitas PGRI Argopuro Jember, Dr. Dwi Agustin Retnowardani, S.Si., M.Si., bersama tim peneliti yang terdiri dari seorang dosen dan mahasiswa, melaksanakan pengambilan sampel penelitian melalui pengisian kuesioner dalam penelitian bertajuk Pengetahuan Pranatamangsa Petani untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) pukul 12.00 WIB di rumah Harjo Mulyo, Dusun Curah Welut, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Penelitian diikuti puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sido Rukun I yang diketuai Harjo Mulyo dan Poktan Sido Rukun II yang diketuai Agus Siswanto.
Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti melakukan pengambilan sampel melalui pengisian kuesioner guna menggali pengetahuan petani mengenai Pranatamangsa sebagai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dr. Dwi Agustin Retnowardani menjelaskan bahwa kegiatan di Kecamatan Ajung merupakan lokasi ketiga dalam rangkaian pengambilan data penelitian.
“Kegiatan di Ajung ini merupakan lokasi penelitian yang ketiga. Sebelumnya kami telah melakukan pengambilan data di Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Arjasa. Setelah ini kami merencanakan penelitian di wilayah pesisir Kabupaten Jember agar data yang diperoleh lebih merata dan mampu menggambarkan kondisi petani di berbagai karakteristik wilayah,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa Pranatamangsa merupakan aturan musim atau kalender pertanian tradisional yang telah menjadi pedoman petani sejak zaman dahulu dalam menentukan waktu mengolah lahan, menanam hingga memanen berdasarkan tanda-tanda alam.
“Pranatamangsa adalah aturan musim atau kalender petani warisan leluhur yang mengajarkan kapan waktu yang tepat untuk mengolah lahan, menanam hingga memanen berdasarkan tanda-tanda alam. Pengetahuan lokal ini telah digunakan selama bertahun-tahun dan menjadi bagian penting dalam kehidupan petani. Melalui penelitian ini kami ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan tersebut masih dipahami dan diterapkan oleh para petani saat ini,” ungkapnya.
Menurutnya, di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis, pengetahuan lokal tersebut masih memiliki nilai penting dan perlu dikaji secara ilmiah agar dapat dipadukan dengan ilmu pengetahuan modern.
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diselaraskan dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui penelitian ini kami ingin memberikan kontribusi ilmiah yang dapat mendukung peningkatan ketahanan pangan rumah tangga petani di Kabupaten Jember, sekaligus menjaga dan melestarikan pengetahuan lokal yang dimiliki para petani,” pungkasnya.
Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan kebijakan maupun inovasi di bidang pertanian yang memadukan pendekatan akademik dengan kearifan lokal sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Jember. (Hendra)










