Desa Kepala Pasar Jadi Sorotan: Kanopi Gedung Koperasi Ambruk, Dugaan Penyimpangan Dana Negara Menguat

KAUR, Bengkulu Maklumatmedia.com,  Pengelolaan dana pembangunan negara di Desa Kepala Pasar, Kecamatan Kaur Selatan, menjadi sorotan tajam yang memalukan. Peristiwa ambruknya kanopi atau atap teras Gedung Koperasi Desa Merah Putih saat pengerjaan belum rampung, membuka mata publik akan dugaan kuat pelaksanaan yang jauh dari standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan, Selasa (30/6/2026).

Kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan tanda tanya besar mengenai kualitas bahan, ketelitian pengawasan, serta akuntabilitas penggunaan uang rakyat. Bagaimana mungkin struktur bangunan yang dibiayai negara bisa runtuh sebelum masa pemakaian? Hal ini menimbulkan kecurigaan mendalam adanya kelalaian atau rekayasa yang merugikan keuangan negara.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Kepala Pasar, Roni, hanya mampu membenarkan fakta keruntuhan tersebut. Ia mengaku mendapat kabar dari anggota BPD yang rumahnya berhadapan langsung dengan lokasi, namun menepis keterlibatan teknis.

“Kami tidak terlibat pelaksanaan, bisa dikatakan hanya menyaksikan saja dan hadir apabila diundang,” ucap Roni, seolah melepaskan tanggung jawab atas pengawasan pembangunan yang ada di wilayahnya sendiri.

Sikap serupa diperlihatkan pihak pemborong yang terkesan menghindar. Saat diminta penjelasan mengenai penyebab keruntuhan, jawabannya singkat dan tidak bertanggung jawab: “Tolong hubungi pihak pemberi tugas untuk hal itu.”

Masyarakat tidak bisa diam melihat pemborosan ini. Mereka menuntut aparat berwenang melakukan penyelidikan tuntas. Jika terbukti ada ketidaksesuaian spesifikasi atau unsur kelalaian, maka pemborong maupun pihak yang bertanggung jawab harus diproses hukum tanpa kompromi. Pemerintah juga wajib memeriksa seluruh gedung koperasi sejenis di Kaur agar tidak menjadi bom waktu yang merugikan negara dan membahayakan nyawa.

Pihak redaksi terus berupaya menagih hak jawab dari pihak pemberi tugas serta instansi terkait. Publik berhak mendapatkan penjelasan transparan: ke mana larinya pengawasan, dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kegagalan yang merugikan ini?

(Anton)

News Feed