BANDAR LAMPUNG – Pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandar Lampung. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di kota ini yang terpaksa menghentikan pendidikan hanya karena keterbatasan biaya.
Pesan tersebut disampaikan saat ia memimpin kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al Hikmah, Jalan Flamboyan 2, Kecamatan Tanjung Senang, Senin (2/3/2026).
Di hadapan para jemaah, Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva, menyampaikan ajakan kepada masyarakat agar tidak menutup mata terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
Menurutnya, kepedulian kolektif menjadi kunci agar setiap anak tetap memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan.
“Kalau ada anak atau tetangga dan saudara yang tidak mampu dan sedang sekolah, silakan daftarkan ke kecamatan supaya bisa kita data dan mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan sekadar imbauan moral, melainkan bagian dari komitmen kebijakan pemerintah daerah untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Eva menilai, partisipasi warga sangat menentukan keberhasilan program bantuan pendidikan agar tepat sasaran dan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan program bantuan pendidikan yang tahun ini menargetkan 10.000 anak dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut diharapkan menjadi bantalan sosial yang mampu mencegah potensi putus sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga.
Bagi Eva Dwiana, investasi pada pendidikan bukan hanya soal membantu individu, melainkan membangun masa depan kota. Anak-anak yang hari ini diberi kesempatan belajar, pada akhirnya akan menjadi generasi yang menentukan arah pembangunan Bandar Lampung di masa mendatang.
Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, pemerintah kota juga menyalurkan bantuan bagi rumah ibadah. Bantuan tunai sebesar Rp100 juta diberikan kepada pengurus Masjid Al Hikmah untuk mendukung kelengkapan fasilitas masjid, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut juga diwarnai suasana haru ketika Eva Dwiana memberikan hadiah umrah gratis kepada beberapa warga yang hadir. Momen itu menjadi simbol perhatian sekaligus apresiasi pemerintah daerah kepada masyarakat.
Safari Ramadan sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Selain mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat lingkungan.
Lebih dari sekadar seremoni keagamaan, Safari Ramadan kali ini mengirim pesan tegas: pembangunan kota tidak boleh meninggalkan generasi muda yang kurang beruntung. Pendidikan harus tetap menjadi hak, bukan kemewahan. (*)











