Pesisir Barat maklumat.com, Pemkab Pesisir Barat mulai menggenjot sumber pendapatan daerah dari sektor retribusi. Lewat rapat khusus yang digelar di Ruang Payung Agung, Selasa (10/3/2026), pemerintah daerah memetakan ulang strategi agar pemasukan tak lagi bocor dan bisa lebih optimal.
Rapat yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zukri Amin, itu tak sekadar forum rutin. Pemkab menyoroti sejumlah titik lemah dalam pengelolaan retribusi, mulai dari sektor jasa hingga pemanfaatan aset daerah yang dinilai belum tergali
Zukri menegaskan, retribusi daerah masih jadi tulang punggung untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, pengelolaannya harus diperbaiki, termasuk lewat penyesuaian regulasi dan pemanfaatan teknologi.
“Retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Oleh karena itu, peningkatan pendapatan tersebut harus selalu diiringi dengan pemberian pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal,” ujar Zukri.
Tak hanya soal angka, Pemkab juga menyoroti pentingnya transparansi dan efisiensi. Digitalisasi sistem pemungutan retribusi didorong agar kebocoran bisa ditekan sekaligus mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran.
Zukri juga mengingatkan seluruh OPD untuk tidak lagi bekerja dengan pola lama. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci agar pengelolaan retribusi lebih modern dan akuntabel.
“Kepada jajaran OPD terkait agar lebih optimal dalam pengelolaan retribusi daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang telah berkembang saat ini serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya retribusi daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah yang berasal dari PAD,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan retribusi akan berdampak langsung pada kekuatan fiskal daerah. Semakin besar PAD, semakin leluasa pemerintah membiayai program pembangunan dan kebutuhan publik lainnya.










