Korwil Jatim: Eko Cahyono
Korwil MGG Jember Soroti SPPG 1 Karangsono: Dua Pekan Berlalu, Mengapa Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab kepada Korban Masih Belum Terlihat?
Jember, Maklumatmedia.com – Hampir dua pekan berlalu sejak insiden dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berasal dari SPPG 1 Karangsono. Namun, hingga kini publik masih mempertanyakan belum adanya permintaan maaf, klarifikasi secara langsung, maupun penjelasan mengenai bentuk tanggung jawab kepada para korban yang terdampak.
Korwil MGG Jember sekaligus Pengamat Sosial, Catur Teguh Wiyono, menilai perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada proses penyelidikan, tetapi juga pada sikap moral penyelenggara dalam merespons para korban.
“Yang dipertanyakan masyarakat hari ini bukan hanya siapa yang nantinya bertanggung jawab secara hukum, tetapi di mana empati kepada para korban. Dua pekan telah berlalu, mengapa belum terdengar permintaan maaf secara terbuka? Mengapa belum ada penjelasan mengenai bentuk tanggung jawab maupun bantuan kepada keluarga yang terdampak?” ujar Catur.
Menurutnya, apabila benar terdapat masyarakat yang mengalami dampak hingga harus menjalani pengobatan, maka komunikasi yang terbuka kepada korban dan keluarga semestinya menjadi langkah awal yang dilakukan penyelenggara.
“Permintaan maaf tidak selalu identik dengan pengakuan bersalah secara hukum. Itu adalah bentuk penghormatan kepada korban dan keluarganya. Sikap empati justru dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program yang pada dasarnya bertujuan baik,” tegasnya.
Catur juga menyoroti banyaknya pertanyaan dari masyarakat mengenai ada atau tidaknya bantuan maupun kompensasi bagi korban yang harus mengeluarkan biaya pengobatan.
“Jika memang ada mekanisme bantuan atau santunan, sampaikan secara terbuka agar korban memperoleh kepastian. Sebaliknya, jika belum ada, masyarakat juga berhak mengetahui penjelasannya. Yang tidak boleh adalah korban dibiarkan menunggu tanpa kejelasan,” katanya.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan adanya bentuk pertanggungjawaban kepada korban, Ketua/Anggota Tim Satgas MBG Kabupaten Jember mengarahkan agar pertanyaan tersebut disampaikan kepada pihak SPPG maupun mitra penyelenggara.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Maklumatmedia.com telah menghubungi Kepala Dapur SPPG 1 Karangsono melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai mekanisme bantuan, santunan, maupun bentuk pertanggungjawaban kepada para korban. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan.
Menurut Catur, penyelesaian sebuah persoalan tidak cukup hanya melalui proses investigasi, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang baik kepada masyarakat.
“Empati tidak boleh tertinggal dari proses birokrasi. Semakin lama tidak ada klarifikasi, permintaan maaf, maupun penjelasan mengenai tanggung jawab, semakin besar ruang munculnya pertanyaan dan berkurangnya kepercayaan publik. Karena itu, saya berharap pihak SPPG 1 Karangsono maupun mitra segera memberikan penjelasan kepada masyarakat dan menunjukkan kepedulian kepada para korban sebagai pelipur lara,” pungkasnya. (Tim)











