KAUR || MAKLUMATMEDIA.COM – Haru, bahagia, dan kehangatan persaudaraan menyelimuti seluruh penjuru tanah pesisir seiring Kabupaten Kaur genap menginjak usia ke-23 tahun. Perjalanan panjang dua dasawarsa lebih ini dirayakan dengan penuh makna dan kemeriahan, di bawah naungan tema agung yang menjadi jiwa dan ruh perjuangan kita bersama: “Se’ase Se’ijean Dalam Berbakti : Satukan Tekad Bangun Tanah Kaur Tercinta”. Sebuah pesan luhur warisan leluhur yang kembali dikumandangkan sebagai pengingat, bahwa senasib sepenanggungan, satu rasa dan satu asa adalah jalan satu-satunya untuk mengabdikan diri memajukan tanah kelahiran yang kita cintai bersama, Sabtu (23/05/2026).
Momen bersejarah dan sakral ini ditandai dengan pelaksanaan upacara peringatan hari jadi daerah. Dalam prosesi kenegaraan yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P. bertindak selaku Inspektur Upacara, memimpin langsung jalannya kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab dan cinta kasihnya terhadap daerah. Tampak mendampingi dan berdiri beriringan di samping beliau, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para tamu kehormatan dan undangan penting lainnya. Semua hadir menyatu dalam satu wadah kebersamaan, layaknya sebuah keluarga besar yang sedang merayakan kebahagiaan bersama.
Setelah rangkaian upacara selesai dilaksanakan, suasana berubah seketika menjadi lebih hangat, akrab, dan penuh keakraban kekeluargaan. Sekat-sekat jabatan dan perbedaan latar belakang seakan hilang ditelan kebersamaan. Bupati, Wakil Bupati, para pejabat, dan seluruh undangan duduk berdampingan, saling berbagi cerita, saling bertukar tawa, dan merasakan kebahagiaan yang sama. Momen yang paling menyentuh hati tergambar saat mereka bersama-sama mencicipi beragam hidangan khas Kabupaten Kaur yang lezat, nikmat, dan kaya akan cita rasa tradisi asli tanah ini.
Saat suapan demi suapan kuliner hasil bumi dan karya anak bangsa Kaur itu dirasakan kelezatannya, terasa pula manisnya persaudaraan yang kian mengikat erat. Rasa nikmat dan kekayaan rasa pada setiap hidangan tersebut menjadi simbol nyata betapa kayanya potensi alam dan budaya yang dikaruniakan Tuhan kepada daerah ini. Lebih dari itu, kebersamaan menikmati sajian sederhana namun bermakna itu adalah gambaran indah bahwa segala sesuatu yang ada di Kaur itu indah, berkualitas, dan penuh berkah—persis sama hebatnya dengan potensi luar biasa yang dimiliki oleh masyarakatnya sendiri.
Dalam amanat penting yang disampaikannya saat memimpin upacara, Bupati Gusril Pausi mengawali dengan ucapan selamat dan rasa syukur mendalam atas perjalanan panjang yang telah dilalui Kabupaten Kaur hingga mampu berdiri kokoh dan dewasa seperti saat ini. Beliau menegaskan, angka 23 bukan sekadar hitungan waktu, melainkan bukti nyata keteguhan hati, ketahanan langkah, dan kasih sayang seluruh warga terhadap tanah yang kita pijak ini.
“Selamat Hari Ulang Tahun yang ke-23, Dirgahayu Kabupaten Kaur tercinta. Dua puluh tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Di rentang waktu itu, kita telah tumbuh, berkembang, dan bertahan bersama melewati berbagai dinamika dan tantangan. Tema besar yang kita usung hari ini: ‘Se’ase Se’ijean Dalam Berbakti’, adalah janji suci kita bersama. Maknanya sangat dalam dan menyentuh sanubari kita: bahwa kita adalah satu darah, satu rasa, dan satu tujuan. Kita memiliki rasa yang sama, tujuan yang sama, dan cinta yang sama besarnya untuk terus membangun tanah Kabupaten Kaur tercinta ini menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera bagi seluruh anak bangsa Kaur,” tegas Gusril Pausi dengan nada suara yang tenang namun berwibawa, menyentuh hati setiap yang mendengar.
Lebih jauh, Gusril Pausi mengingatkan kembali bahwa cita-cita luhur mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan tidak akan pernah terwujud jika kita berjalan sendiri-sendiri atau bergerak sendiri-sendiri. Kehadiran Wakil Bupati Abdul Hamid yang senantiasa beriringan melangkah setapak demi setapak, dukungan penuh dari seluruh jajaran OPD, serta partisipasi sepenuh hati masyarakat, adalah modal emas yang tak ternilai harganya bagi daerah ini.
“Lihatlah kebersamaan kita hari ini. Bapak Wakil Bupati, para pejabat, para undangan, dan kita semua duduk bersama, menikmati hidangan yang sama, merasakan kebahagiaan yang sama. Inilah kekuatan terbesar Kaur. Ketahuilah, membangun daerah kita bukan hanya soal membangun jalan, jembatan, atau gedung megah. Yang paling utama dan paling kokoh adalah membangun rasa persaudaraan, rasa saling memiliki, dan rasa senasib sepenanggungan yang tak terpisahkan. Kita bersatu bukan karena harus, tapi karena kita satu tanah air, satu harapan, dan satu masa depan,” tambah Gusril penuh keyakinan.
Sementara itu, Wakil Bupati Abdul Hamid dalam kesempatannya juga menegaskan bahwa semangat Se’ase Se’ijean harus terus dipelihara, dikobarkan, dan ditanamkan di setiap sendi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, hidangan khas yang disantap bersama itu adalah bukti nyata bahwa hasil bumi dan karya anak bangsa Kaur memiliki kualitas dan rasa yang luar biasa, sama hebatnya dengan karakter masyarakatnya yang ramah dan pekerja keras.
“Segala sesuatu yang ada di Kaur itu indah, segala yang ada di sini itu nikmat, sama persis seperti persaudaraan kita yang manis dan erat. Mari kita jaga rasa kebersamaan ini terus menerus, jangan sampai renggang. Mari kita satukan tekad lebih kuat lagi, agar apa yang menjadi harapan kita semua, apa yang menjadi cita-cita luhur masyarakat Kaur, dapat kita wujudkan bersama demi kesejahteraan dan kebanggaan bersama,” ucap Abdul Hamid penuh semangat.
Pemerintah daerah melalui amanat Bupati juga menegaskan komitmennya yang kuat untuk terus mempercepat laju pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik demi kenyamanan dan kesejahteraan rakyat. Namun, keberhasilan cita-cita mulia itu, kata Gusril, sangat bergantung pada kekompakan dan dukungan penuh dari masyarakat.
“Di usia ke-23 ini, mari kita maknai sebagai usia yang semakin dewasa, semakin bijaksana, dan semakin matang dalam berbenah diri. Tantangan pasti akan selalu ada, namun percayalah, dengan semangat Se’ase Se’ijean, dengan satu rasa dan satu tekad, tidak ada yang tidak mungkin kita raih. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa masyarakat Kaur adalah masyarakat yang hebat, yang mampu membangun daerahnya sendiri dengan penuh cinta kasih dan kerja keras tanpa kenal lelah,” seru Gusril mengajak segenap elemen.
Di tengah kemeriahan dan suasana kekeluargaan yang begitu hangat dan damai itu, tertanamlah satu pesan kokoh di sanubari semua pihak: Bahwa untuk membangun tanah Kabupaten Kaur tercinta yang maju, sejahtera, dan bermartabat, kuncinya hanya satu—tetaplah Se’ase Se’ijean, tetap bersatu dalam berbakti, dan terus menyatukan tekad demi kebanggaan kita semua.
(Anton/Adv)











