Kaur || Maklumatmedia.com – Praktik perjudian sabung ayam dan dadu di wilayah Kecamatan Tanjung Kemuning kembali mencuat dan memicu kemarahan publik. Tempat tersebut diduga beroperasi setiap hari tanpa rasa takut, meski beberapa minggu lalu sempat digerebek oleh Tim Reserse Polres Kaur.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, keberlangsungan aktivitas ilegal ini diduga kuat mendapat perlindungan atau “backing” dari oknum kepolisian dan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Bocoran yang diterima menyebutkan, pihak pengelola lokasi diduga rutin menyetor uang sebesar Rp10 juta kepada oknum-oknum tersebut sebagai imbalan keamanan dan kelancaran operasional. Hal inilah yang membuat warga menyebut lokasi tersebut seolah “kebal hukum”.
“Sudah pernah digerebek, tapi besoknya buka lagi. Kami warga curiga kuat ada oknum aparat yang melindungi, makanya berani buka tiap hari. Kabarnya ada setoran yang nilainya tidak sedikit,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya, Senin (27/04/2026).
Warga Resah, Kriminalitas Mengintai. Kondisi ini menimbulkan keresahan mendalam. Warga khawatir, maraknya judi di lokasi tersebut akan memicu lonjakan tindak kriminalitas lainnya, seperti pencurian, perampokan, hingga tawuran, demi memenuhi kebutuhan bermain judi.
Yang lebih memprihatinkan, lokasi tersebut juga dikunjungi oleh kalangan pelajar. Sangat disayangkan, generasi muda ini ikut terjerumus dan merusak masa depan di tempat yang seharusnya ditutup paksa oleh aparat.
“Anak sekolah pun banyak yang nongkrong dan ikut main di sana. Ini sangat mengkhawatirkan bagi masa depan mereka,” tambahnya.
Masyarakat kini menuntut tindakan tegas dan nyata dari pihak berwenang. Tidak hanya menindak para pelaku dan bandar, namun juga mengusut tuntas aliran uang dan siapa saja oknum yang diduga menjadi pelindung agar lokasi ini bisa ditutup permanen dan keamanan masyarakat terjamin. (Tim red)











