oleh

RSUD Jend A Yani Kota Metro Gelar Acara Visitasi Penerapan Rumah Sakit Pendidikan Utama

Kota Metro, (MM) – RSUD Jendral. A Yani Kota Metro menggelar acara visitasi penerapan RS pendidikan utama dalam bentuk kesiapan RSUD Jend. A Yani sebagai rumah sakit pendidikan utama.
Acara yang bertajuk “Melalui visitasi penerapan RS pendidikan utama kita tingkatkan mitu pendidikan dalam pelayanan kesehatan” tersebut berlangsung di ruang aula diklat RSUD Jend. A Yani Kota Metro.

dr.Fitri Agustina selaku Direktur RSUD Jen. A Yani Kota Metro mengatakan bahwa telah hadir tempat asesor penilai visitasi penerapan Rumah Sakit pendidikan utama dimana ini merupakan prioritas utama dari Bapak Walikota Metro yaitu unggul dalam pelayanan dan pendidikan.

“Alhamdulillah pada hari ini kita kedatangan tamu dari team asesor visitasi penerapan RS pendidikan utama, yang mana ini merupakan bentuk visi kita dan Walikota Metro yang mana unggul dalam pelayanan dan pendidikan, mengingat kami telah siap menjadi rumah sakit pendidikan yang mana sampai hari ini kami telah mendidik sebanyak 202 dokter muda dari fakultas kedokteran Universitas Malahayati,” jelasnya.

Wahdi Siradjudin Walikota Metro menambahkan bahwa rumah sakit pendidikan utama merupakan cita – cita, dan dengan hadirnya team asesor di RSUD Jend. A Yani ini tentunya Pemkot Metro akan mendukung penuh pada RSUD Jend. A Yani dalam menjadi rumah sakit pendidikan utama.

“Alhamdulillah kita telah hadir team asesor dari visitasi penerapan RS pendidikan utama di RSUD Jend. A Yani tentunya kita akan mendukung penuh dalam mewujudkan rumah sakit yang unggul dalam pelayanan dan pendidikan, dimana kita selama ini telah menjadi Rumah Sakit regional 2 yang mana menyangga Kabupaten, Kota sekitar seperti Mesuji, Tulang Bawang, dan Lampung Tengah, dalam pelayanan kesehatan,” terangnya.

“RSUD Jend. A Yani Kota Metro telah menjadi rumah sakit satelit fakultas kedokteran Unila dan juga telah mendidik 202 dokter muda yang disesuaikan dengan kapasitas dikarenakan ada aturan dalam menerima para dokter muda tersebut, dan kita memiliki 35 dari yang dosen khusus maupun nasional, yang dimaksudkan dengan dosen nasional artinya meraka non PNS atau mereka langsung diambil dari Institusinya, dan untuk dosen khusus artinya mereka yang mempunyai nitrat pegawai ASN seperti saya pribadi dulu,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed