Reses Anggota DPRD Jatim, Penguatan Ekonomi Pesantren di Jadi Percontohan

Daerah, Jatim, Jember39 views

Korwil Jatim: Eko Cahyono

Reses Anggota DPRD Jatim, Penguatan Ekonomi Pesantren di Jadi Percontohan

Jember, maklumatmedia.com —  H. Deni Prasetya Anggota , DPRD Jatim melaksanakan kegiatan reses atau serap aspirasi masyarakat pada 8–15 Februari 2026 dengan mengunjungi Pondok Pesantren Ma’naul Ulum di Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Minggu (15/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung pengembangan kemandirian ekonomi pesantren berbasis pemberdayaan santri dan penguatan ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Deni Prasetya meninjau berbagai unit usaha produktif pesantren yang telah berjalan secara berkelanjutan, di antaranya produksi kopi, pengembangan multimedia santri, serta pengelolaan sampah organik dan nonorganik yang memiliki nilai ekonomi dan berdampak pada pelestarian lingkungan.

Pengasuh pesantren, , menyampaikan bahwa program penguatan kemandirian ekonomi pesantren telah dikembangkan selama bertahun-tahun melalui pengelolaan usaha yang profesional, transparan, dan berbasis digital. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga kebersihan lingkungan.

Ia turut mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Deni Prasetya terhadap pengembangan pesantren, termasuk bantuan pembangunan sarana gedung yang dinilai mampu menunjang peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas santri.

Sementara itu, Deni Prasetya menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penguatan sektor UMKM, peningkatan keterampilan santri, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan kemandirian pesantren.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan pesantren melalui kerja sama dengan pengepul dan pemerintah daerah merupakan langkah inovatif karena mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah potensi bencana.

Deni Prasetya berharap model kemandirian ekonomi yang diterapkan di pesantren tersebut dapat menjadi contoh dan direplikasi oleh pesantren lain dalam membangun ekonomi umat yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal.

Kegiatan reses yang berlangsung selama delapan hari tersebut menjadi bagian dari upaya penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung pembangunan daerah. (Hendra)

News Feed