Sukadana-maklumatmedia.com- Sebanyak 227 pondok pesantren di Kabupaten Lampung Timur memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan berjiwa kebangsaan.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Kamis (22/10/2026).
Upacara diawali dengan istigasah bersama dan dihadiri Forkopimda, jajaran Pemkab, pimpinan ponpes, alim ulama, ormas keagamaan, Ketua PC GP Ansor Lampung Timur, serta tamu undangan.
Bupati Ela menegaskan, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga kawah candradimuka pembentuk karakter, penanam nilai kebangsaan, dan penggerak kemandirian santri.
“Tanpa pondok pesantren, tanpa santriwan-santriwati, tanpa para alim ulama, pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur belum bisa berdiri dengan kokoh. Karena itu kolaborasi ulama dan umara harus terus diperkuat,” tegas Ela.
Dalam momentum HSN 2026 yang mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, Bupati Ela menyampaikan kado istimewa bagi kalangan pesantren: telah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pondok Pesantren bersama DPRD Lampung Timur.
Perda tersebut menjadi payung hukum dan bentuk komitmen Pemkab dalam mendorong pemberdayaan, kemandirian, dan peningkatan kesejahteraan pesantren.
“Ini menjadi kado di Hari Santri tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Pondok Pesantren. Ke depan, Kemenag bersama ormas, ponpes, dan MUI dapat berkolaborasi mengawal implementasinya agar memberi manfaat nyata,” ujar Ela.
Menurutnya, keberadaan perda tidak hanya sebagai regulasi, tetapi instrumen untuk memperkuat peran pesantren dalam pendidikan, pembinaan akhlak, dan pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Ela mengajak santri untuk meneruskan semangat Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari 22 Oktober 1945 melalui pendidikan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita butuh SDM unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa terkecuali akhlakul karimah,” katanya.
Ia berharap santri Lampung Timur menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga berdaya saing, inovatif, mandiri, dan cinta tanah air.
“Santri Berdaya, Indonesia Jaya. Teruslah menjaga tradisi, membangkitkan inovasi, memperkuat persaudaraan, mengabdikan diri untuk negeri. Jadilah santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (*)










